copywriting dalam dunia kepenulisan
sumber foto: freepik

Perkembangan dunia digital ikut berperan dalam berkembangnya media informasi pada saat ini. Hal tersebut tidak lain karena kecepatan dalam mengakses informasi yang ada. Jika dulu kita hanya bisa mendapatkan informasi terbaru lewat buku, majalah atau koran, pada saat ini kita bisa mendapatkannya lewat berbagai platform yang ada di Internet.  Kemudahan dalam mengakses informasi tersebut melahirkan peluang baru dalam dunia kerja, khususnya di bidang kepenulisan. Tentunya hal ini menjadi kabar baik bagi Anda yang memiliki kemampuan dalam menulis kreatif.

 

Pekerjaan tersebut adalah Content Writer dan Copywriter. Meskipun sama-sama di bidang menulis, kedua pekerjaan tersebut ternyata berbeda. Menurut beberapa sumber, perbedaan tersebut bisa dilihat dari tiga aspek utama, yaitu gaya kepenulisan, tujuan menulis, dan media yang digunakan. Secara sederhana, content writer bertugas untuk menulis informasi dalam bentuk artikel dan bertujuan untuk mengedukasi dan menghibur pembaca. Sedangkan, copywriter bertugas untuk menulis copy yang ditujukan kepada audiens untuk keperluan branding dan bertujuan untuk mempersuasi calon pelanggan.

Jika Anda pernah melihat lowongan pekerjaan content writer dan copywriter di brosur, koran atau Internet, Anda juga akan mengetahui perbedaan kedua pekerjaan tersebut berdasarkan jobdesk yang diberikan oleh perusahaan tersebut. Meskipun begitu, kedua pekerjaan ini sama-sama menjanjikan. Terlebih waktu pengerjaannya yang tidak terlalu lama sehingga cocok untuk mahasiswa ataupun ibu rumah tangga. Berikut ini perbedaan content writer dan copywriter secara mendalam.

Content Writer

Berdasarkan pengertiannya, Content Writer adalah orang-orang yang bekerja sebagai penulis konten berupa artikel untuk sebuah website yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau klien. Seorang content writer bertugas menulis konten yang relevan dengan perusahaan tersebut. Selain itu, konten tulisan yang dibuat juga harus bersifat informatif, edukatif dan engaging. Hal ini bertujuan untuk membuat konten menjadi berkualitas dan bisa muncul di halaman pertama mesin pencari. Oleh karena itu, pekerjaan ini juga memerlukan seorang yang memiliki kemampuan SEO.

SEO adalah kegiatan untuk mengoptimasi suatu website agar muncul di halaman pertama mesin pencari. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk suatu perusahaan. Dengan begitu, website perusahaan akan lebih mudah dijangkau oleh pelanggan dan bisa meningkatkan penjualan produk maupun jasa. Oleh karena itu, seorang content writer biasanya di tempatkan di divisi pemasaran atau corporate secretary.

Dari segi gaya kepenulisan, seorang content writer memiliki ciri khas bentuk tulisan yang panjang dan mendetail. Konten yang dibuat juga sering kali berdasarkan kaidah penulisan jurnalistik, yaitu 5W + 1H. Untuk mendukung hal tersebut tentunya dibutuhkan kemampuan menulis kreatif dengan wawasan yang luas dan memiliki kemampuan dalam melakukan riset. Riset bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui data atau melakukan wawancara secara langsung.

Selain membuat konten tulisan atau artikel, content writer juga memiliki jobdesk lain. melansir dari idcloudhost.com, content writer juga bertugas menulis konten media sosial sebuah perusahaan dengan konten yang menarik, jelas dan mencerminkan peruhasaan. Konten yang dibuat juga harus bebas dari kesalahan dan mematuhi pedoman gaya dan nilai dari perusahaan tersebut. Selain itu, harus mampu berkolaborasi dengan tim development yang ada guna mengembangkan berbagai materi pemasaran konten, melakukan editing dan koreksi salinan sesuai dengan kebutuhan, mempresentasikan konsep salinan dan hasil akhir ke tim pertumbuhan, dan membuat gambar sumber serta konten lainnya. Dengan bertanggung jawab terhadap jobdesk yang seperti itu, gaji yang diberikan tentunya tidak sedikit dan cukup menjanjikan.

Tantangan dari seorang content writer adalah menulis dengan semenarik mungkin agar orang yang membaca konten tersebut tidak menjadi bosan dan malas membacannya. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka orang-orang akan lebih cepat meninggalkan website tersebut sehingga membuat pesan yang ada tidak tersampaikan dengan baik. Selain itu, dapat meningkatkan angka bounce rate website dan mempengaruhi SEO. Oleh karena itu, penting bagi seorang content writer untuk memahami audiens yang dituju dan membuat konten yang menarik untuk dibaca oleh audiens yang ditujukan.

Menjadi content writer juga memiliki jenjang karir. Seorang yang masih pemula biasanya ditempatkan di tim marketing atau editorial. Gaji yang ditawarkan pun tidak sedikit. Terlebih jika menulis konten untuk perusahaan besar. Seorang content writer dapat menjajaki karir menjadi seorang senior content writer atau editor. Jika lebih berpengalaman, bisa menjadi senior manager di divisi marketing.

Copywriter

Copywriter bisa diartikan sebagai orang-orang yang menulis konten untuk kebutuhan komersil atau iklan. Konten yang dibuat bertujuan untuk mengiklankan produk atau jasa sebuah perusahaan. Konten tersebut juga dapat dibuat untuk tujuan branding perusahaan. Jika dipahami secara sederhana, copywriter adalah sosok yang menulis untuk kebutuhan marketing atau iklan.

Mengingat betapa pentingnya pekerjaan ini membuat hampir semua perusahaan menggunakan jasanya. Tidak lain untuk menjual produk atau mempromosikan perusahaan tersebut lewat berbagai platform seperti website perusahaan, media sosial, dan juga iklan televisi. Selain itu, slogan perusahaan yang biasa kita dengar seperti contohnya “indomie seleraku”, “I’m lovin’ it”, dan lain-lain juga merupakan hasil dari tulisan seorang copywriter.

Karena tujuannya untuk persuasif, gaya kepenulisan dari copywriter sendiri berbeda dengan content writer. Jika content writer menulis konten dengan panjang dan detail, copywriter justru sebaliknya. Bentuk tulisan yang pendek seperti headline, tagline, atau slogan merupakan salah satu ciri khasnya. Lewat tulisan yang pendek tersebut, seorang copywriter dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memainkan kata-kata agar bisa terlihat menarik konsumen yang dituju.

Memiliki tanggung jawab untuk mengiklankan jasa atau produk sebuah perusahaan menuntut copywriter untuk memiliki beragam kemampuan khusus, tidak hanya sekadar kreatif saja. Kemampuan khusus tersebut adalah harus cermat dalam melakukan pengamatan. Kemampuan observasi sangat penting dilakukan untuk mengetahui konten apa yang sesuai dengan sasaran brand dan isu apa yang sedang tren. Selain itu, seorang copywriter juga harus mampu menjadi siapapun atau dalam kata lain mampu menyesuaikan diri dengan identitas yang sedang direpresentasikan. Beragamnya media sosial yang ada pada saat ini juga menuntut seorang copywriter untuk dapat menggunakan beragam media sosial tersebut. Sebab, setiap media sosial memiliki karakteristiknya masing-masing.

Sama seperti content writer, seorang copywriter juga memiliki jenjang karir yang menjanjikan. Seorang yang masih pemula biasanya akan ditempatkan di tim kreatif yang menjadi bagian dari marketing. Akan tetapi, jika sudah berpengalaman dan performa kerja meningkat, maka tidak menutup kemungkinan untuk menjadi seorang art director. Gaji yang ditawarkan pun tidak sedikit. Apalagi jika bekerja untuk perusahaan creative agency atau advertising yang sudah besar.

Penutup

Meskipun berada di bidang yang sama yaitu menulis, pekerjaan sebagai content writer dan copywriter ternyata berbeda. Perbedaan tersebut terlihat jelas pada tugas pokoknya. Seorang content writer bertugas untuk menulis informasi dalam bentuk artikel. Sedangkan, copywriter menulis copy untuk audiens yang bertujuan branding perusahaan. Baik content writer maupun copywriter sama pentingnya untuk sebuah perusahaan. Terlebih jika perusahaan tersebut masih tergolong baru dan ingin meningkatkan brand awareness.

Jika Anda bingung mau memprioritaskan content writer atau copywriter untuk branding perusahaan, maka Anda bisa berkonsultasi dengan kami. Dukref akan membantu Anda dalam membangun bisnis yang Anda jalanin saat ini. Yuk tunggu apalagi, segera konsultasikan sekarang!

Ditulis oleh Ferizco Agni, Member Dukref Production