Komunitas Pecandu Sastra

Komunitas Pecandu Sastra

Ini hanya sedikit cerita singkat mengenai perjalanan dari pecandu sastra. Mungkin saja, pertanyaan demi pertanyaan melintas di dasar kepala. Berawal dari tontonan televisi yang merusak moral bangsa, dengan segala adegan yang tak pantas untuk dipertontonkan.

Melihat penerus bangsa yang kerap kali banyak bicara tapi sedikit membaca. Mematikan karakter bicara untuk menutupi kebodohannya. Ketahuilah, buku adalah jendela dunia yang akan kamu genggam suatu saat nanti. Membaca adalah melawan, yang akan memperkuat dirimu dan ibu pertiwi. Keresahan demi keresahan melihat kondisi bangsa yang terus terjajah oleh dunia, mencumbui anak-anak ibu pertiwi dengan kado yang istimewa hingga ibu ilmu(buku) pun ditinggalkan begitu saja.

Pencetus pecandu sastra hanya satu orang dengan dibayangi oleh keresahan yang kerap kali membunuh dalam pikiran. Hingga akhirnya terbentuk “Berpacu dalam puisi” pada 19 November 2016 tapi nama tersebut tidak bertahan lama, karena ruang lingkupnya sempit hingga lahir nama “Pecandu Sastra” pada 26 November 2016. Usia yang sangat muda tapi memiliki tujuan yang sama; mencerdaskan anak bangsa melalui karya.

Memasarkan pecandu sastra pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Segala proses seperti memasak mie instan yang harus dibuka bungkusnya(menyebar luaskan), memasukkan mienya (menulis karya), memasukkan bumbunya (meracik tulisan) dan ditiriskan (Karya publish). Mungkin itu sebagai gambaran metode pemasarannya, membiarkan penerus bangsa berkarya dan terus berkarya. Karena saya pribadi pernah ditolak oleh redaksi untuk mempublishkan karya tapi hal itu tidak menyurutkan semangat malah saya tetap menulis, meskipun saya tau bahwa tulisan itu sampah dan tidak layak tapi setidaknya saya berkarya dengan keresahan hati dan tercurahkan lewat kata-kata yang saya anggap sebagai senjata. Amunisinya adalah ilmu dan pembelajaran yang terus digeluti. Jangan pernah berhenti untuk maruk ilmu, karena maruk ilmu itu perlu dan penting tapi jangan pelit untuk berbaginya.

Perjuangan saya pun kini tak sendirian, ada kalian yang menjadi barisan paling depan dengan tujuan yang sama. Disini tak ada guru, semuanya sama. Sama sama belajar dan yang tau menjadi makin tau serta yang belum tau menjadi tau. Pengurus sama dengan member, tak ada istilah guru ataupun kapten.

VISI DAN MISI PECANDU SASTRA

 

Menjadi member pecandu sastra menjadi lebih berpikir secara intelektual dibidang bahasa, sastra, budaya dan yang lainnya.

MISI

1. Menjalin silahturahmi sesama penikmat sastra.
2. Menerbitkan buku, mengadakan event bersama (perlombaan, musikalisasi puisi dst) dan bakti sosial.
3. Menjalin kerjasama dengan komunitas sastra lainnya

Teruslah berkarya, dengan berkarya kita akan memperpanjang usia. dengan memperpanjang usia, kita akan terkenal se-negara maupun dunia.

Kunjungi instagramnya di sini