7 Tips Menerbitkan Buku Tanpa Ditolak

tips menerbitkan buku cepat
sumber foto: freepik

Menulis adalah cara mediatasi pada diri sendiri atau mendekatkan pada diri sendiri.

Halo sobat, menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan dan penuh manfaat. Dengan menulis kita bisa menyalurkan inspirasi bahkan aspirasi. Menulis juga memberikan kebebesan kepada kita untuk berekspresi. Selain itu, menulis juga bisa meredakan stress, meningkatkan daya ingat, dan memperbaiki suasana hati. Oleh karena itu, banyak orang yang memiliki hobi dalam bidang ini. Tidak sedikit pula yang menjadikannya sebagai pekerjaan. Seperti Tere Liye, Dewi Lestari, Pramoedya Ananta Toer, Raditya Dika, dan masih banyak yang lainnya.

Kesuksesan para penulis tersebut memberikan motivasi kepada banyak orang untuk menjadi penulis. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menerbitkan karya tulisannya menjadi sebuah buku. Namun, menerbitkan sebuah karya untuk menjadi buku tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak hal yang harus dilakukan agar karya tersebut tidak tolak oleh perusahaan penerbit. Akan tetapi, jangan menyerah dulu sobat. Saya akan memberikan beberapa tips atau cara menerbitkan buku tanpa ditolak. Berikut ini ulasan lengkapnya.   

Tips Menerbitkan Buku

 

 
  1. 1. Perhatikan Kualitas Cerita


Kualitas cerita merupakan suatu hal yang penting. Cerita dengan tema yang mainstream tentunya akan membosankan bagi pembaca. Apalagi jika plot yang disajikan gampang ditebak. Penerbit buku akan mencari gagasan-gagasan baru yang tidak pasaran serta unik. Selain itu, penerbit juga mencari sesuatu yang lama namun ditulis dengan gaya yang baru. Oleh karena itu, tulislah ide-ide kreatif nan menarik yang anti-mainstream untuk meningkatkan kualitas cerita dari naskah anda.

Cerita yang ditulis sebenarnya tidak perlu yang aneh-aneh. Tidak harus cerita yang rumit dengan berbagai plot twist. Cerita yang sederhana namun enak dalam membacanya juga akan dipertimbangkan untuk terbit oleh penerbit. Apalagi jika cerita tersebut memiliki ide yang “segar” dan menghadirkan inovasi-inovasi terbaru yang secara substansial tidak pasaran.

  1. 2. Lakukan Self Editing


Setelah menulis cerita yang menarik masih ada hal yang perlu anda perhatikan yaitu kerapian dari naskah tersebut. Banyak orang yang telah merasa karyanya telah bagus, menawarkan cerita up to date yang akan diminati oleh pembaca. Akan tetapi, meraka sering lupa kalau hasil karya berbentuk tulisan juga memiliki aturan atau kaidah-kaidah bahasa yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, lakukanlah self-editing terlebih dahulu untuk mengubah kata-kata yang tidak baku atau tanda baca yang salah dan lain-lain.

Memang dalam menerbitkan karya ada yang namanya editor untuk merapikan naskah kita sebelum akhirnya diterbitkan. Namun, penerbit tetap memperhatikan kerapian dari naskah yang anda kirimkan. Karena tulisan yang telah rapi tentunya akan membuat penerbit enak untuk membacanya.

Melansir dari gramedia.com, Siska Yuanita mengatakan “Kadang orang merasa mereka mampu menulis, tapi saat naskah hardcopy datang ke penerbit masih ada yang belum rapi. Karena sebenarnya yang dilirik pertama kali adalah rapi. Sudah selesai belum sama grammar-nya, sama ejaannya. Itu dulu nomor satu,”.

  1. 3. Sertakan Sinopsis pada Naskah


Sinopsis merupakan hal yang tidak kalah pentingnya, dengan sinopsis orang bisa tahu cerita seperti apa yang kita sajikan tanpa harus membaca keseluruhan. Sinopsis yang dimaksud disini bukan seperti yang tertera di cover belakang buku yang sudah terbit, melainkan sinopsis yang berupa cerita secara keseluruhan. Sinopsis yang lengkap akan menjadi poin penilaian apakah naskah tersebut layak atau tidak untuk diterbitkan. Oleh karena itu, ceritakanlah sinopsis tersebut dengan cukup panjang yang memuat plot-nya sampai akhir. Tidak usah ditahan-tahan dalam menuliskannya sebab itu merupakan poin yang penting.

  1. 4. Lampirkan Identitas Penulis


Setalah melakukan tiga hal diatas, yang tidak boleh anda lupakan adalah melampirkan identitas penulis pada naskah yang dikirimkan. Pastikan identitas tersebut tertera dan sampai ke meja redaksi penerbit. Hal ini penting dikarenakan jika ternyata naskah anda layak terbit, namun terpaksa dibiarkan begitu saja oleh penerbit karena tidak diketahui siapa penulisnya. Oleh karena itu, jangan sampai melupakan poin penting ini ya sobat sebab sangat disayangkan jika naskah anda layak terbit namun tidak diketahui identitas penulisnya.

  1. 5. Cari Tahu Karakteristik Penerbit


Jika ingin melamar pekerjaan pastinya kita mencari tahu terlebih dahulu tentang perusahaan tempat kita melamar. Begitu juga dengan mengirimkan naskah ke penerbit. Dengan mengamati karakteristik dari penerbit akan membuat anda lebih efisien dalam waktu. Sebab masa pengajuan ke penerbit mayor minimal 3 bulan, bahkan bisa 6 bulan atau satu tahun lamanya. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk mengetahui tema yang diangkat sama dengan kebanyakan buku, atau berbeda dan unik. Anda bisa mencari tahu lewat buku-buku yang telah diterbitkan oleh penerbit tersebut. Tipsnya adalah jika memiliki buku yang telah banyak diulas, usahakan untuk mengirimkan ke penerbit yang memang tidak banyak pesaingnya.

Setiap penerbit tentunya memiliki kebijakan masing-masing ketika menerima suatu naskah. Ada penerbit yang cepat memberikan konfirmasi apakah naskah anda diterima untuk diterbitkan atau tidak. Namun, ada juga penerbit yang lambat memberikan konfirmasi dengan banyak alasan. Baik itu alasan karena banyaknya naskah yang masuk atau banyaknya kegiatan pada penerbit tersebut. ada juga tipe penerbit yang mengedepankan EYD dengan penggunaan diksi yang formal, ada pula tipe penerbit yang menyarankan penulis untuk menulis dengan gaya bahasa yang santai. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk mengetahui karakteristik suatu penerbit sebelum mengirimkan naskah anda sebab hal tersebut akan berpengaruh pada diterima atau tidaknya naskah anda.

  1. 6. Jangan Menyerah


Ketika naskah anda ditolak oleh penerbit lalu anda menyerah maka naskah tersebut tidak akan pernah menjadi sebuah buku. Ingat J.K Rowling ditolak 13 kali oleh penerbit sebelum pada akhirnya novel Harry Potter diterbitkan. Oleh karena itu, menyerah bukanlah hal yang tepat. Jika naskah anda ditolak anda harus mengulas kembali naskah tersebut dan memperbaikinya. Lalu, ulangi tips-tips diatas sampai naskah anda diterbitkan. Seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa menerbitkan buku tidak semudah membalikan telapak tangan, banyak hal yang harus anda lakukan. Maka dari itu jangan menyerah ya sobat.

  1. 7. Terbitkan Naskah Anda di Dukref Production


Ketika anda telah memiliki naskah dan telah mengikuti tips-tips diatas, namun anda bingung mau menerbitkan naskah anda dimana. Dunia Kreatif Production hadir untuk memberikan solusi kepada anda. Dukref production merupakan penerbit indie yang memberikan jasa penerbitan buku dengan harga murah, namun kualitas tetap terjaga. Ada tiga kategori yang bisa anda piliih yaitu Terbit Naskah #1, Terbit Naskah #2, dan Terbit Naskah #3. Masing-masing kategori juga terdapat potongan harga dan fasilitas yang menarik. Selain itu, sistem pembayarannya juga memudahkan anda. Anda bisa membayar dp 50% dan membayar sisanya jika project telah selesai.

Selain itu, anda bisa mendapatkan fasilitas tambahan sesuai dengan kategori yang anda pilih. Naskah anda akan masuk ke tahap editing dan layouting oleh tim Dukref sebelum diterbitkan. Tentunya dengan tim yang telah berpengalaman dan profesional. Tim dukref juga akan mengurus pembuatan ISBN (International Standard Book Number) untuk buku anda. Tunggu apalagi sobat, ayo terbitkan naskah anda bersama Dukref Production!

Penutup

Itulah tujuh tips yang saya berikan untuk membantu anda menerbitkan naskah anda menjadi sebuah buku. Akan menjadi kebanggan tersendiri tentunya jika hasil karya tulisan kita dapat diterbitkan menjadi sebuah buku. Jika anda mengalami kesulitan dalam menerbitkan naskah, terbitkanlah naskah anda di Dukref Prodution. Dengan investasi hanya 600 ribuan saja anda bisa menerbitkan buku dengan kualitas yang profesional. Semoga bermanfaat!

Ditulis oleh Ferizco Agni Melenio, Member Dukref Production

Perbedaan Penerbit Mayor dan Indie

jasa penerbitan buku
sumber foto: freepik

Naskah Anda sudah selesai ditulis dan siap diterbitkan, bukan?

Nah, sekarang saatnya bagi Anda memilih penerbit untuk mencetak dan menerbitkan naskah Anda agar dapat menginspirasi banyak orang. Penerbit buku di Indonesia memang sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah jadi tentunya akan ada banyak pilihan bagi Anda untuk menentukan penerbit.

Namun, sebelum menentukan penerbit mana yang akan menerbitkan naskah Anda. Sebaiknya Anda mengenal dan memahami karakteristik dari penerbit-penerbit yang ada di Indonesia. Secara umum, penerbit di Indonesia dibagi menjadi dua jenis yaitu penerbit mayor dan penerbit indie.

Kedua jenis penerbit ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Nah, untuk lebih memahami perbedaan kedua jenis penerbit ini, Anda bisa membacanya di artikel yang satu ini. Selamat membaca!

Berikut ini beberapa perbedaan antara penerbit mayor dan penerbit indie.

Penerbit Mayor

 

Penerbit mayor merupakan sebuah perusahaan penerbitan berskala besar dengan modal yang tentunya tidak main-main. Penerbit ini biasanya sudah mempunyai nama brand yang besar dan terkenal. Manajemen kerjanya pun sudah sangat professional dengan tim yang sudah dibagi-bagi bidang kerjanya secara sistematis. Misalnya, editor, layouter, designer, produksi, marketing, distributor, dan lain sebagainya.

Karakteristik penerbit mayor yang seperti ini tentunya membuat naskah yang diterima di penerbit mayor akan diseleksi dengan ketat dan teliti. Ya, untuk sekali penerbitan buku, sebagian penerbit mayor menetapkan jumlah minimum penerbitan yaitu sekitar 1000-3000 eksemplar per sekali terbit.

Jumlah minimum yang tidak sedikit ini tentunya membuat penerbit mayor tidak akan asal-asalan memilih naskah yang akan diterbitkan. Oleh karena itu, penerbit mayor dikenal dengan penerbit yang mempunyai kriteria rinci dan ketat terhadap naskah-naskah yang diajukan oleh para penulis untuk diterbitkan.

Penerbit mayor sangat berhati-hati dalam menentukan naskah yang akan mereka terbitkan. Mereka juga sangat memperhatikan karakteristik pasar atau keinginan para pembaca buku, sehingga mereka dapat memprediksi apakah buku yang akan mereka terbitkan nantinya menghasilkan keuntungan yang tinggi atau tidak. Tentunya penerbit mayor akan menerbitkan buku yang berpotensi menghasilkan keuntungan tinggi ya.

Penulis yang mengirimkan naskahnya ke penerbit mayor juga sangat banyak. Hal ini tentunya membuat mereka membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk menyeleksi atau mensortir semua naskah tersebut. Tak heran jika Anda harus  sabar menunggu hasil apakah naskah Anda akan diterbitkan oleh penerbit mayor atau tidak.

Jika Anda penulis pemula, maka Anda harus benar-benar mempertimbangkan kembali apakah naskah Anda akan Anda ajukan ke penerbit mayor. Ya, di penerbit mayor naskah Anda akan bersaing sangat ketat dengan naskah-naskah lainnya. Naskah Anda juga akan benar benar dikaji untuk melihat apakah naskah Anda layak diterbitkan atau tidak.

Tidak jarang pula banyak penulis yang kecewa karena sudah menunggu lama, namun ternyata naskah yang mereka ajukan ditolak oleh penerbit mayor dengan berbagai alasan. Oleh karena itu, Anda memerlukan kesabaran ekstra jika Anda ingin menerbitkan naskah Anda di penerbit mayor.

Meskipun terkesan sangat sulit, namun jika naskah Anda berhasil diterima oleh penerbit mayor, maka Anda akan mendapat banyak keuntungan. Semua proses penerbitan naskah Anda akan dijamin pengerjaannya oleh penerbit mayor yang sudah sangat berpengalaman dan professional di bidangnya.

Penerbit mayor juga akan mengurus penerbitan ISBN buku Anda nantinya. ISBN (International Standard Book Number) merupakan kode identifikasi sebuah buku yang biasanya terdiri dari 13 digit angka. Semua informasi terkait buku Anda seperti judul, nama penulis, tahun terbit, nama penerbit, alamat penerbit, dan tahun terbit tercantum dalam ISBN. Jadi satu buku hanya mempunyai satu ISBN sehingga dapat menjadi pembeda dengan buku lainnya.

Selain itu, naskah yang Anda terbitkan di penerbit mayor akan didistribusikan bahkan dipromosikan oleh tim marketing. Sehingga, naskah Anda pasti akan tersebar ke masyarakat luas dan menjadi inspirasi bagi mereka.

Penerbit Indie

 

Jangan berkecil hati dulu jika naskah Anda tidak diterima oleh penerbit mayor. Anda bisa memilih jenis penerbitan lainnya yaitu penerbit indie atau penerbit independen atau penerbit mandiri. Meskipun skalanya lebih kecil dari penerbit mayor, penerbit indie tetap bisa menjadi salah satu solusi untuk Anda. Ya, karena penerbit indie juga memiliki kelebihannya tersendiri.

Sebagian penerbit indie tidak akan menyeleksi naskah Anda dengan sangat ketat dan rinci, Asalkan naskah Anda tidak mengandung SARA, naskah Anda dapat dicetak dan diterbitkan di penerbit indie.

Beberapa penerbit indie menyediakan paket-paket tertentu untuk penulis. Paket-paket di sini artinya fasilitas atau layanan tambahan untuk naskah Anda. Misalnya, editing, layouting, pembuatan ISBN, dan lain sebagainya. Anda dapat memilih penerbit Indie yang menyediakan jasa lengkap seperti ini. Anda juga diharuskan membayar biaya tertentu untuk mendapatkan jasa ini.

Jika dibandingkan dengan penerbit mayor, tentunya biaya yang akan dikeluarkan penulis lebih terjangkau atau murah. Hal ini sangat menguntungkan terutama bagi penulis pemula.

Jumlah buku yang akan dicetak juga bisa Anda atur atau ajukan jumlahnya. Anda tidak harus mencetak buku Anda dengan jumlah yang besar. Semakin banyak eksemplar yang ingin Anda cetak, tentunya semakin besar biaya yang diperlukan. Jadi, Anda bisa menyesuikan jumlah buku yang akan dicetak dengan budget atau biaya yang Anda miliki.

Waktu penerbitan naskah Anda juga cukup cepat jika diterbitkan di penerbit indie. Mulai dari Anda mengirim naskah, pengerjaan naskah oleh penerbit, hingga distribusi naskah tidak akan memerlukan waktu yang lama. Bahkan ada penerbit yang hanya membutuhkan waktu 1 minggu untuk menerbitkan sebuah buku. Hal ini tentunya tergantung jumlah buku yang akan diterbitkan ya.

Buku yang sudah dicetak dan diterbitkan oleh penerbit indie juga akan didistribusikan agar dikenal oleh masyarakat luas. Pada umumnya, penerbit indie akan memanfaatkan media sosial dan website yang mereka miliki untuk mempromosikan buku yang mereka cetak. Namun, ada juga beberapa penerbit indie yang sudah bekerja sama dengan perpustakaan nasional maupun perpustakaan daerah untuk mendistribusikan buku yang mereka terbitkan.

Salah satu penerbit indie yang ada di Indonesia adalah Dukref. Jasa penerbitan di Dukref sangat murah dan terjangkau terlebih Dukref menyediakan paket-paket penerbitan yang tentunya akan menguntungkan penulis seperti Anda. Tak hanya dari segi biaya, jasa penerbitan Dukref juga mengutamakan pelayan terbaik untuk para penulis lho.

Jika Anda ingin menerbitkan naskah di Dukref, silakan hubungi Tim Dukref ke nomor 0822-4441-6800. Anda juga dapat mengirim e-mail ke support@dukref.com. Head office Dukref berada di Jalan Juanda No 144, Nelagasari, Kota Tangerang, Banten. Anda juga bisa mengunjungi website jasa penerbitan naskah Dukref di sini

Penerbit mayor maupun penerbit indie memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda harus mempertimbangkan dengan matang sebelum Anda memilih penerbit mana yang akan menerbitkan naskah Anda. Yakinlah bahwa karya Anda sudah Anda selesaikan dengan sangat baik, pasti ada penerbit yang akan menerbitkan naskah Anda. Tetap semangat ya!

Ditulis oleh Mega Dinda Lestari, Member Dukref Production